PENGALAMAN PERTAMA 'MENULIS PUISI DAN BLOG'
"MENULIS PUISI DAN BLOG"
PURBALINGGA, 02/2019. Kumpulan artikel yang hendak saya kumpulkan dalam blog "Apa-Sing-Ora" merupakan bagian dari latihan menulis artikel dalam sebuah group yang saya ikuti. Sementara ini banyak konsep bahan literasi yang sebenarnya bisa dikembangkan menjadi sebuah buku, masih tersebar dan terserak di mana-mana, di buku harian, di kertas-kertas usang, di kertas sketsa montase berpuisi, dan entah di mana lagi. Menjadikan saya bisa mengaca, bahwa ternyata menulis adalah sebuah proses tanpa henti, yang selalu berubah dan dinamis seiring dengan berjalannya waktu, bahkan dapat dikatakan bahwa kebiasaan menulis adalah sangat bermanfaat bisa menjadi ladang amal jariyah sekaligus melepaskan kejenuhan dan bagian dari ekspresi diri.
Melalui pengenalan latihan menulis yang dibimbing langsung oleh Kak Wildan Fuadi, penulis 20 buku lebih sekaligus mentor dalam sebuah group menulis online menjadikan inspirasi dan adrenalin bagiku. Sebuah kalimat motivasi diri "Before I'am Die I Want to Write - Menulislah hingga kita merasa bahwa diri kita adalah serasa menjadi pujangga". dan "Jangan pedulikan kata-kata yang melemahkan kita untuk selalu produktif untuk menulis, hingga kita istikomah menulis dan menulis. Mudah-mudahan kita menemukan cinta, dan mendapatkan CintaNya". Quote yang terngiang selalu.
Sebuah puisi hasil renungan saat itu, terbersit kembali, dan ingin aku abadikan bukan karena perbedaan maksud tulisan tersebut, namun terlebih ada kesamaan bahwa keduanya, antara artikel dalam menulis dalam blog yang dipandu Kak Wildan Fuady dan kenangan menulis puisi pada saat yang lampau adalah hal yang sama-sama hasil karya literasi yang menjadikan saya lebih termotifasi kembali. Menulis dan mengumpulkan sesuatu yang terserak.Melalui pengenalan latihan menulis yang dibimbing langsung oleh Kak Wildan Fuadi, penulis 20 buku lebih sekaligus mentor dalam sebuah group menulis online menjadikan inspirasi dan adrenalin bagiku. Sebuah kalimat motivasi diri "Before I'am Die I Want to Write - Menulislah hingga kita merasa bahwa diri kita adalah serasa menjadi pujangga". dan "Jangan pedulikan kata-kata yang melemahkan kita untuk selalu produktif untuk menulis, hingga kita istikomah menulis dan menulis. Mudah-mudahan kita menemukan cinta, dan mendapatkan CintaNya". Quote yang terngiang selalu.
Mudah-mudahan, saat itu dan saat ini adalh merupakan misteri yang akan indah pada waktunya.
Bagian bawah inilah karya literasi pertamaku saat itu, semoga bermanfaat.
Menguraikan kata cinta dalam sebuah tulisan dengan judul cakrawala cinta, dalam lembaran diary, pada saat lampau, hanya dimaksudkan untuk mengambil hikmah dari sebuah pelajaran hidup. Bahwa ternyata "Alloh SWT tidak selalu memberi apa yang kita inginkan, tapi! Alloh SWT selalu memberi apa yang kita butuhkan"..
PAUVRE DE LA PENSE
Prolog
Impian para pemuja ketulusan
Untuk seorang amat manis, iseng sendiri memandangi sajak cakrawala cinta di sore hari.Impian para pemuja ketulusan
Tatkala kau pandangi cakrawala cinta ditepian kampus nan indah.
Ditepi langit yang jauh, dimana mereka bertemu, kan kau temui gemuruh
Cinta yang membadai, memberontak, bergejolak, remuk redam, hanyut dan tenggelam.
Di suatu masa yang asing, tak kenal hari, bulan bahkan siang dan malam hari.
Barangkali memang terlahir untuk kita keindahan.
Bagai kelompok ikan yang menari, terhempas dan terseret oleh nafas ombak, di tengah deru langit biru.
Semuanya benar-benar memabukkan dan serba membingungkan.
Aku di sini masih mampu menangkap degub halus jantungmu.
Lewat hamparan samudera yang maha luas.
Ingin rasanya berlama-lama dalam permainan ombak,
Yang dapat mengombang-ambingkan jiwa dan raga,
Bahkan perasaan cintaku padamu, dinda Shorien.
Marilah lewat kerling matamu yang lentik, lembut dan manis,
Kita arungi lautan, kita capai cakrawala cinta di tepian garis batas di sana,.
Janganlah dulu kau kelebatkan isyarat lewat gegar ombak di bawah laut sana, agar dapatlah kita berlama-lama dalam badai topan kehangatan yang menggebu. Yang akan membawa kita ke masa yang hilang.
Bayang-bayang senyum lembut halusmu pun larut dalam anganku.
Sebuah kata yang aneh terucap dan berarti sebuah kehidupan cinta dimulai.
Di sana kuajak bersamamu menerjemahkan khayalan dalam kata-kata.
Kata-kata yang indah dan sangat bermakna bagiku.
Kata adalah maknamu, makna yang hidup dalam sebuah nama yang indah.
Dan itulah namamu, meski ingin aku tulis sekalipun sebuah arti dari ketulusan dan kejujuran yang mesti kuakui, bahwa akupun tidak lepas dari jerat asmara, dan akupun tak mungkin mendapatkannya kembali.
Meskipun ku telah berusaha dapatkan dan buktikan di hariku
Seratus dua puluh hari sebelum terlahir ke dunia ini.
Hinggga kini kudapatkan sanjungan indah yang telah mengisi relung hati dalam kehampaan jiwa padamu wahai Bunga
Kampus putih, 10 oktober 1995
CAKRAWALA CINTA
Semerbak nanHarum, oh bunga
Rose putih di telaga bening,
Indah menawan wajahmu,
Never ending to love you, my georgeus.
Cantik batinmu,
Akupun selalu merindukanmu di setiap senja dan pagi hari,
Nampaknya
Diriku
Rasakan
Akan dapatkan setetes bening,
Embun
Kepolosan kamu,
Akupun takkan rela bila suatu saat nanti kehilanganmu.
Walau sehelai rambutmu,
Akan
Kurelakan menguap,
Habis napas diujung jalanan.
Yang kuimpikan tiada lain hanyalah
Untukmu cinta kasih
Nantikanlah saat kedewasaanku tiba, hingga ku dapat berlari dan terus berlari,
Insyaallah, apapun yang terjadi, semoga aku bisa berdiri menengadah awan dan siap menghadapi takdir agar bisa menjauh darimu dengan segenap hati dan kepanikanku pada kenyataan zaman.
Kampus putih, 10 oktober 1995
Bagaimana menurut anda?
Puisi ini kental dengan emosi cinta yang membadai.. mengenang masa lalu ibarat melihat kaca spion.. sesekali saja.. namun dalam hal berpuisi.. di situ ibarat busur panah.. yang merentang ke belakang guna mendapatkan momentum melesat kuat ke masa depan..
ReplyDeleteWah, suka menulis puisi yaa, Pak.
ReplyDeleteIya... Mba..... Kalau artikel di sebelah
DeleteNgga tahu... Hehehe
ReplyDeleteTerima kasih kak udah mampir d blog saya
Makanya blog ini apa sing ora mba
ReplyDelete